Connect with us

Misteri

Mereka yang tak mau Terlihat

Medan,26 Oktober 2018

Kisah yang kali ini ku tulis karena sebuah dering telepon tadi siang.Aku mendapati seorang dari kantor pusat Jakarta dari perusahaan tempatku bekerja 2 bulan yang lalu menghubungiku dan menanyakan beberapa hal terkait resign nya aku pada perusahaan tersebut.Dari mulai apakah aku tidak nyaman dengan atasan,dengan rekan kerja,sampai dengan situasi pekerjaanku,Mereka bertanya,apakah jika diberi kesempatan lagi,apakah aku bersedia untuk bergabung kembali.Aku mencoba menjawab dengan bijaksana,bahwa urusan keluarga adalah alasan terbesarku untuk resign,walau mereka menyataka jika aku mau bergabung kembali,mereka memberiku kebebasan memilih di kota mana aku mau di tempatkan.Aku jawab kembali,bahwa saat ini,aku sudah mendapatkan penawaran lebih baik,dan menyampaikan permohonan maafku krna menolak penawaran mereka.


Sejujurnya bekerja di perusahaan Asing seperti saat ini,sangat banyak kemudahan dan fasilitas yang aku dapatkan,dan tentunya,aku dibayar sesuai salary yang aku minta.dan hal yang sangat aku syukuri adalah Allah selalu memberiku banyak kemudahan mendapatkan pekerjaan,dari satu perusahaan,lalu dilamar perusahaan lain.(Semoga rezeki juga akan terus mengikuti,amin).

Namun hidup tak semudah itu JENDRAL!!!,1 Desember 2017,ku langkahkan kakiku pada sebuah kota kecil yang cukup ramai penduduknya,mayoritas adalah PNS dan Nelayan,kebetulan kota ini dekat dengan laut, Aku menurunkan barang-barang ku di depan sebuah kost-kost an Elite.

Bangunan 2 lantai ini begitu megah dengan 30 kamar yang terlihat sangat terawat dan rapih dari luar.jajaran mobil-mobil terparkir di halaman yang cukup luas,yang aku jamin masih bisa menampung sekitar 10 mobil atau 20 an sepeda motor.

Tiba-tiba seorang bapak dengan wajah yang sangat teduh,menggunakan kopiah putih dan baju koko datang menghampiriku,memperkenalkan diri bahwa dialah si pemilik kostan,menyerahkan kunci dan menunjukkan letak kamarku.

Tata bahasanya sangat bersahaja,menandakan ia dulunya adalah seorang yang memiliki jabatan dan sangat terpelajar.

Kamar kost ku di lantai satu,aku selalu beruntung karna selalu diberikan tempat istimewa,kamarku memiliki teras,dengan kursi rotan yang indah,si bapak bilang,mana tahu aku akan ada tamu,bisa dengan nyaman berbincang di beranda teras ini.namun kamarku BERNOMOR 13 (Maaaaakkkkkk jaaaanggg!!!!)

“Ahhhhh apalah arti sebuah angka”,begitu fikirku,tidak selamanya angka 13 adalah angka sial bukan???itu hanya sebuah mitos.akan lebih baik kufikirkan angka di timbangan badanku yang terus bergeser ke sebelah kanan,walau ku coba naik turun timbangan sampai 9 kali,berharap si timbangan yang rusak,sampai aku ketok-ketok nominal digitalnya ,teeeetuppp juga kagak berubah,

Aaahhhh sudahlah,aku harus tetap terima kenyataan bahwa emang bodyku bertambah besar.(sambil melirik ke arah perut yang membuncit,dan memukulnya beberapa kali krna nakal,”huhhhhhh…..kamuuu sihhhh perut lapar muluuuu”).
Nahh…satu angka lagi yang seharusnya ku khawatirkan adalah usiaku,mungkin krna aku tinggal di Indonesia yang notabene wanita seusiaku seharusnya sudah menikah lalu mengurus keluarga dan bukan malah berpetualang,beda hal kalau aku tinggal di barat-barat sana,yang mungkin people tidak akan mempertanyakan hal yang berhubungan dengan hal paling pribadi dan pilihan hidup,tidak akan menuduh memutuskan belum menikah krna punya trauma dengan laki-laki (sumpahhh ngakakk akuu bahh….).mana mungkin saya trauma,apalagi laki-laki setia yang gak pelit.heheeh..yiiihaaaaa
Dan lalu…..untuk apa dong aku merantau kembali???jawabannya adalah mencoba menantang diriku sendiri,apakah aku masih mampu?apakah aku akan berhasil menerima tantangan ini?dan apakah aku bisa melantakkan semua pekerjaan apa saja yang di sodorkan ke aku.lebih ke sebuah pembuktian diri,ke diriku sendiri.


Aku masuk kekamar kost ku,mencoba menghidupkan AC kamar itu,memang kota ini terkenal cukup panas,karena sangat dekat dengan laut.namun AC nya tidak bisa hidup.padahal sudah sangat ingin merebahkan tubuh yang penat ini krna perjalanan 4 jam tadi.Aku memanggil bapak kost yang masih terlihat di halaman depan,”pak maaf….AC kamar saya gak nyala”,lalu aku coba perhatikan mata si bapak menatap nanar ke sekeliling kamar ku.”Apa yang di perhatikan si bapak yahh dalam isi kamarku ini?”pertanyaan ku dalam hati,bukankah masalahnya hanya AC yang tidak hidup.lalu si bapak berkata “ohhh mungkin batrainya habis bu,padahal ini AC baru,AC yang lama sudah saya ganti ,krna kata penghuni sebelumnya sering bermasalah,”saya bawa dulu yahh bu remote ACnya akan saya ganti batrainya”.
dan akhirnya AC baru ini hidup aman damai senang sentosa sejuk bak sejuknya aura wajahku ketika gajian tiba.

Hari-hari pun berlalu,kesibukan pekerjaan mulai menyita waktu dan fikiranku,baru ku sadari bahwa ketika aku kelaparan tengah malam,tidak ada abang gojek disini,tidak ada juga yang berjualan makanan,setelah isya jalanan gelap gulita,tidak ada satu orang pun yang berkeliaran dijalan depan kost ku,jam sepuluh malam pagar kost sudah di kunci,aku melihat jam di handphone ku,masih pukul setengah sepuluh malam,bagaimana kalau aku coba ke simpang jalan,menyetop becak motor,lalu pergi kekota sebentar membeli makanan,perutku sangat lapar,sepertinya concall sore tadi membahas target area membuat asam lambungku terproduksi maksimal krna stress.ku raih jaket di gantungan,aku pasang jilbab ku,ku pakai sendal jepitku.aku berjalan keluar pagar kostan,jalanan sepi mencekam tanpa penerangan lampu jalan,sambil berjalan otakku terus bicara,”duhhhh sisca ….ini pelajaran yahh,besok lagi,dari sore itu disediain makanan,nahh kalau pas darurat militer begini,gak harus keluar “,oke oke fine….yahh otak,jangan membuat aku makin naik asam lambung,pekaranya ini satu becak pun gak ada lewat”, (ohhh iyahh guys di kota ini tidak kaya di medan yg banyak transfortasi pilihan kaya taxi online,angkot atau ojek,disini mengandalkan becak motor dan labi-labi..itu pun hya ada siang).kelarrrrrr hidup loe sis…..!!!maka tak usah sok sok an merantau lagi,etah demi apa,,,,,hahahha,itulah percakapan pro dan kontra di otakku yg selalu berkecamuk kalau mendapati masalah di kota ini.
Aku sendirian berdiri di simpang jalan,sesekali lewat truk-truk besar ,atau mobil pribadi yang menatapku dengan heran,ngapain ada perempuan tengah malam berdiri di pinggir jalan.(padahal ini bukan nibung raya or jl.depan kuburan gajah mada medan wakakakakakakkakaak yg biasa wanita yg berdiri bilang 200.000 ribu om short time.


Mereka tidak tahu,aku ini lapar tak tertahankan,mereka juga tidak tahu demi ngebelain perut sejengkal ini sebuah negara bisa rudal-rudalan,maka aku jabanin cari makanan walau udah tengah malam begini.aku baru beberapa hari di kota ini sehingga belum tahu di mana bisa membeli makanan,yang aku tahu hanyalah di kota pasti ada.okeee…aku melihat sebuah sepeda motor dari kejauhan,entahh wanita apalah aku ini (semoga kelak suamiku tidak membaca cerita ini dan tahu kelakuan premanku),aku stop sepeda motor yang di naiki oleh seorang pemuda,kelihatan mukanya baik-baik sih dalam keremangan malam,”ada apa bu?”begitu katanya ,(dahiku berkerut,seakan gak terima ,gak iklas pake banget aku di panggil ibuk,narik nafas panjang untuk menstabilkan emosi dlu krna di panggil ibu).”dek…panggilkan becak lahhh di simpang depan,ohhh mau kemana bu??(heummm mulai minta kenak tabok ini anak orang,masih juga manggil ibu,muka imut kaya syahrini gini juga),”mau ke kota beli makanan”,”ayokk bu saya antar saja,sejalan kok dengan saya”,si adek itu menawarkan bantuan,oke…aku naik saja,mana mungkin juga anak kecil begini berani macem-macem.klw pun macem-macem tinggal ku pelintir ku sepakkan,begitu fikirku.krna perut ku sudah melilit dan gak bisa di ajak kompromi lagi.

Akhirnya aku kalap,aku beli nasi goreng,martabak,sate,tanpa ku sadari aku membeli sambil antri dan lupa kalau pagar kost an itu di kunci jam 10 malam,sedangkan kunci pagar itu terpisah dengan kunci kamar ,belom aku satukan krna belum nemu gantungan kunci yang imut.(aku turun dari becak motor sesampainya di depan gerbang kostan sambil nepuk jidat berkali-kali),ternyata benar,kondisi lapar bisa membuat otak jadi stupid.jalan satu-satunya adalah aku ambil jalan memutar,dari rumah bapak kost,karna pagarnya masih terbuka,namun……namun kakiku mulai gentar,ketika aku menyadari aku harus melewati sebuah rumah panggung yang sudah reot,kosong dengan kaca yang pecah-pecah,berdinding kayu usang yang sudah dimakan rayap.dibawah rumah panggung itu seperti kolam lumut yang kotor dengan air yang tergenang,
jantungku mulai dag dig dug…gak berani menoleh ke samping kanan,aku coba melihat jalan dan samping kiri yang berupakan jajaran dinding kost ku yg menjulang tinggi,di samping rumah tua itu adalah rimbunan pohon pisang,aku selalu takut melihat pohon pisang di tengah malam,ingat kata-kata si nenek,pocong sangat suka bersandar di pohon pisang.ggreeeeeeeeeee merinding.


Hampir gila rasanya membayangkan cara melewati rumah tua yg gelap itu,namun harus ku teguhkan langkah ku.suara jangkrik dan kodok bersahut-sahutan,dari bawah rumah panggung yg jaraknya hanya satu meter dari jalanan setapak yg aku lewati,aku ingin berlari saja rasanya walau pasti akan menimbulkan suara gaduh dan mengganggu orang seisi kost an,namun tiba-tiba jantungku tercekat,nafasku terhenti sejenak,suhu tubuhku memanas,menadakan terjadi reaksi kimia yg di perintahkan neuron otakku,agar aku waspada,…….ada sesuatu di hadapanku,aku menatap kedepan,di sana ada sebuah lubang sumur yang tak terpakai lagi……,aku melihat ….melihat…melihat dengan sangat jelas….

Melihat dengan jelas ada bayangan yang seakan keluar dari dalam lubang sumur itu,semakin lama semakin dekat,dan membesar,itu sosok tubuh hitam yahhh sosok tubuh yang sering digambarkan seperti gondoruwo,Bayangan dalam keremangan malam yang sangat kusadari ini sudah hampir mendekati tengah malam,sangat mungkin aku akan bertemu hantu,setan atau pun dedemit.jangankan malam hari begini,siang hari saja ,saat aku harus melewati sumur tua itu ketika ingin menjemur pakaian di sampinng jajaran pohon pisang sudah sangat terlihat angker,duhhhhh betapa bodohnya aku,kenapa aku harus melewati jalan ini.Aku coba mengangkat kakiku dan bersiap-siap akan lari,namun kaki ini seperti diberi beban sekian ton,jangankan untuk berlari,untuk menggerakan satu langkah pun,ku tak mampu.Bayangan itu semakin mendekat,aku pasrah…pasrah dengan apapun yang akan terlihat di hadapanku,aku menutup wajahku dengan kedua tangan yang masih menenteng plastik yang berisi makan malamku,menundukkan kepalaku saat bayangan hitam yang tadi hanya sekedar bayangan saja,kini sudah benar-benar nyata wujudnya menghadapku,dan muncul dari balik tembok kost an,Aku menjerit histeris…….AAAAAAAAARRRRRGGGHHHHHHH…….!!!!!!!!!,dan jeritanku disambut pula dengan suara jeritan yang sama,AAAAAAAAAARRRGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!!,Aku masih menutup wajahku rapat-rapat dengan kedua tanganku sambil setengah berjongkok,karna kaki ku  yang gemetaran ini ,sudah tak kuat berdiri dan menopang beban tubuhku plus beban ketakutan yang teramat parah.Namun suara jeritan di hadapanku membuat percaya diriku bangkit kembali,sambil tetap berkomat kamit membaca ayat kursi,aku coba mengintip sosok yang menjerit di hadapanku dari sela-sela jari jemariku yang ku renggangkan perlahan,sangat tidak mungkin ada hantu atau setan ikut-ikutan ketakutan kaya aku..”ASSSSSTAGAAA…..!!WAK HASAN…..mau copot jantung Sisca uwak buatlah”.”Maaf bu sis,saya juga terkejut bu,hampir pingsan saya heheheh”.(sambil tertawa terkekeh dengan gigi nya saja yang terlihat putih dan perutnya yang bergoyang-goyang karna perawakan wak hasan yang hitam legam,tubuh tinggi dengan perut penuh lemak.”Tadi bapak lihat ibu dari cctv di pintu gerbang,pintu gerbangnya sudah saya kunci bu,pas saya buka pintu gerbangnya,ibu sudah gak kelihatan”.(wak Hasan adalah tukang kebun,sekalian tukang bersih-bersih nya bapak kost).”iyah wak,karena pintu sudah di kunci saya coba cari jalan memutar,hadohhh tahunya ketemu uwak,tadi saya kira gondoruwo wak hahahahha”.dan kita tertawa bersama…..

Begitulah…minggu demi minggu telah ku lalui hidup dan bekerja di kota ini,memasuki bulan ke tiga,aku mulai mempertanyakan tujuanku hidup dikota ini,mau sampai kapan?namun kusadari sebuah komitment dari awal aku menginjakkan kakiku disini adalah pulang bawa hasil,pulang bawa prestasi.Aku ubah rytme kerjaku,yang tadinya adaptasi,kini aku harus yang pegang kendali,aku tidak mau membuang waktu sia-sia.anak-anak ini harus tahu bekerja yang sebenarnya itu seperti apa.Tak khayal lagi, aku yang tadinya datang bak ibu peri.kini memang harus jadi SINGA BETINA,aku harus gunakan metode (HITAM-ABU ABU).aku adalah Hitam artinya keputusanku adalah mutlak tak terbantahkan,namun aku menjadi ABU-ABU,ketika aku harus tahu apa yang team ku butuhkan,aku harus melebur kewarna diri mereka.Banyak yang keteteran dengan rytme kerjaku,termasuk orang cabang yang akhirnya merangkul dengan penuh support,jadwal persentasi dari satu cabang ke cabang lain,singgah dari satu kota ke kota lain yang teamku ada disana,harapan mereka ada di pundakku,mereka butuh pertolonganku.Semua kerja kerasku membuahkan hasil,bulan ke 2 capai,bulan ke 3 capai,memasuki bulan ke 4,anak-anak di teamku sudah berduit dan mengucapkan terimaksih dengan kekejaman dan kecerewetanku.heummmmm ….mereka tidak tahu dibalik itu semua aku butuh tenaga ekstra.kebayang yahhh ada beberapa team itu yang harus di jeritin baru mau gerak,dan memarahi anak orang itu gak enak banget,aku butuh tenaga.jadi biasanya aku akan pergi kesebuah resto,pesan ice cream,kwetiaw goreng ,juice alpokat dan beberapa cemilan,ngunyah dahulu,baru ngangkat telpon dan ngomel.hhahaha sahh naik 10 kg.

Sewonder women apapun aku,aku tetaplah seorang manusia,sesampainya di kostan aku sering tepar,lunglai,bahkan tertidur sampai pagi tanpa sempat mengganti pakainku.

Namun malam itu berbeda,tidak seperti malam biasanya aku terbangun, karna suara dering telpon sahabatku yang biasanya kita saling membangunkan untuk sholat malam,kali ini aku terbangun karena mengigil,tubuhku kedinginan parah,aku baru ingat tadi sore,sesampainya di kamar kostan,aku langsung mengunci pintu dan jendela dari dalam,meletakkan tas kerja di atas meja,lalu langsung merebah ketempat tidur,mata dan tubuh ini sudah sangat lelah,bahkan untuk meraih remote AC saja sudah tak mampu.aku masih memandangi remote AC yang terletak jauh di atas meja,suasana gerah dan panas kamar ini masih membuat otakku bekerja,walau mataku hampir terpejam,andai AC ini hidup,begitu kataku dalam hati,dan tiba-tiba bunyi Tiiiitttt…….(suara Ac hidup),dan ada hawa AC yang secara tiba-tiba membelai lembut kulit pipiku,sesaat sebelum aku tak sadarkan diri dan terlelap tidur tanpa berfikir apapun lagi.

Malam itu ku paksakan tubuhku bangkit dari tempat tidur,”ahhh aku lupa mandi,bahkan baju kerja dan jilbab ini masih ku kenakan,ku lihat jam menunjukkan pukul 02:00 wib,sambil berlalu kuraih handukku dan kutekan tombol off  AC tanpa melihat kearah remote AC nya,seakan tangan ini sudah hapal betul tombol-tombol.

Ku paksakan untuk mandi seadaanya,agar bersih dari najis dan kotoran apapun,aku ingin sholat malam.”Aaahhhhh segar”,aku keluar dari kamar mandi sambil mengelap air yang masih nempel di telinga dan pelipis mataku.Suhu yang masih berasa dingin dikamar ini membuatku melirik kearah AC.”ohhh sudah mati,tapi masih berasa dinginnya.Ingin rasanya ku buka jendela kamarku agar suhu dingin ini berubah jadi udara luar yang normal,namun tiba-tiba keinget cerita adik kostan ku di kost-kostan 21 Banda aceh,letakknya di belakang bank Mandiri Jamboe Tape,dia telponan dengan pacarnya sampai larut malam,dan lupa menutup jendela kostan,dan ketika telpon di tutup,ia lalu pergi kearah jendela,kain jendela di sibaknya agar gampang meraih hendel pengunci,namun apa yang ia temui ketika kain jendela itu tersibak adalah di luar dugaan,wajahnya berhadap-hadapan dengan POCONG !!!!……yang ternyata sudah melihatnya dari tadi,dari luar jendela itu,ia menyadari bahwa sebenarnya ketika dia telponan tadi ada bayangan di luar jendelanya,namun gelora cinta dari seberang sana membuatnya mengabaikan itu semua.,dan aku tidak mau mengalami kejadian yang sama seperti itu,biarlah aku hypothermia di dalam kamar dingin ini daripada aku harus saling kedip-kedipan mata sama pocong.amit-amit……..

Ku ucapkan takbir,ku baca niat sholatku,ku biarkan mataku terpejam,agar aku berasa begitu dekat dengan Tuhanku,seakan aku bercerita,aku mengadu dan aku meminta padaNYA.wajahku berasa panas,walau aku tidak menangis,namun dua rekaat ini mungkinkah membakar begitu banyak kaloriku,kenapa tiba-tiba aku kepanasan dan berasa gerah.”ohhh mungkin lemak tubuhku segitu tebalnya,sehingga hanya dengan beberapa gerakan sederhana saja bisa membuat bulir keringat dari balik telekungku muncul.”uhhhhgg panas bangettttt”,sambil melipat telekung dan sajadah,niat hati sudah mau ambil remote AC dan menghidupkannya.Namun mataku terbelalak tiba-tiba,”Tiiiitttt…”,”Haaaaaaaaarggghhhhh”,aku menjerittt,bulu kudukku merinding seketika,AC itu hidup sendiri.Disaat seperti ini,rasa takut dan rasa penasaran itu beda tipis,aku tetap berusaha berfikir positif,mungkin AC ini memang sudah di set di jam-jam tertentu tanpa ku sadari,dari malam-malam sebelumnya,bisa saja aku sangat terlelap sehingga aku tak sadar AC ini sering hidup dan mati.Kuraih remote AC di meja itu,ku pandangi layarnya sambil tercengang,” kosong”,tidak ada angka apapun dilayar.ku palingkan kepala ku ke atas kearah AC,”masih hidup”,oke …lalu ku balik remote AC itu,ku buka tempat batrainya,seketika itu juga tanganku tiba-tiba lunglai,lemah tak berdaya,remote AC terjatuh dari tanganku,seluruh tubuhku tegang karna ketakutan,kali ini aku menggigil tapi bukan karna kedinginan,namun krna adrenallinku yang lagi memuncak,suhu panas sedang melawan suhu dingin campur aduk dalam diriku,ketika kusadari Remote AC itu tidak ada batrainya.aku lupa kalau kemaren pagi batrainya aku pinjam untuk pisau cukur bulu kaki,dan belum ku kembalikan.”Yaaa Allah…please….jangan lagi dong…please jangan lagi,aku lelah bermain-main dengan hantu-hantu ini.Aku mencoba tenang,berusaha tidak perduli bahwa aku tidak tinggal seorang diri dikamar ini,ada makhluk lain yang tak terlihat juga tinggal bersamaku disini.kali ini mungkin dia ingin aku mengetahuinya,bahwa dia ada….

Aku kembali ke tempat tidurku,menarik selimutku,membiarkan cahaya lampu tetap menyala,jantungku masih berdebar kencang,mulutku tetap komat kamit membacakan ayat-ayat suci,meminta pada Tuhan,siapapun yang ada di kamar ini,semoga dia makhluk yang baik.lalu samar-samar dari kolong tempat tidur ku,ku dengar suara cekikikan anak kecil yang begitu mengerihkan “hiiihiihihiihhihhi,,,,,,,,,,,,,,,,,”.

TAMAT….

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Misteri

error: Content is protected !!