Connect with us

International

AS Cemaskan ‘Praktik Ekonomi Predator’ China

AS Cemaskan ‘Praktik Ekonomi Predator’ China – Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis menyatakan, pemerintahnya waswas dengan peningkatan aktivitas militer China serta ” Praktik ekonomi predator” terhadap negara-negara lebih keil di Asia. Hal itu dikatakan Mattis pada Selasa (16/10/2018) di Washington menjelang lawatannya ke dua negara Asia, Yakni Vietnam dan Singapura.

Mattis menyebut apa yang ia gambarkan sebagai “perilaku ekonomi predator” adalah China menggunakan strategi dengan memberikan utang besar sehingga mempersulit kondisi negara-negara kecil untuk mengembalikan utang mereka.

Selain di sejumlah negara di kawasan Pasifik, ada juga Sri Lanka yang akhirnya memberi Beijing sewa 99 tahun atas pelabuhan laut dalam setelah tidak dapat membayar kembali pinjaman untuk proyek senilai 1.4 miliar dollar AS.

Meski waswas akan hal ini, menurut Mattis, Washington tidak berupaya menahan pesaingnya itu di kawasan Pasifik. “Jelas kami tidak berupaya untuk menahan China,” katanya kepada wartawan. “Kami akan mengambil posisi yang berbeda dengan yang telah dipertimbangkan,”

“Kami adalah dua kekuatan besar, atau dua kekuatan di Pasifik, dua kekuatan ekonomi. Akan ada saatnya kami menginjak kaki satu sam lain. Jadi kami harus menemukan cara mengelola hubungan kami secara produktif,” tuturnya.

Baca Juga : Iran Tambah Jangkauan Rudal Balistik

Mattis menyoroti poin-poin penting terkait posisi dan sepak terjang Beijing. Hal-hal itu dinilai Mattis juga menarik perhatian yang sama bagi sejumlah negara di Asia, terutama yang wilayahnya berdekatan dengan China.

Sejauh ini tidak ada komentar dari Pemerintah China atas pernyataan-pernyataan Mattis. Namun, kunjungan Mattis kali ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di antara dua negara adidaya it di bidang perdagangan, kekuatan militer Beijing yang semakin meningkat, dan tuduhan oleh AS bahwa China menggangu proses pemilihan umum di AS.

Kunjungan Mattis ke China yang dijadwalkan akhir bulan ini dibatalkan karena ketegangan itu. Vietnam sendiri berkeinginan meningkatkan hubungan militer dengan AS di tengah perselisihan yang sedang berlangsung dengan Beijing di Laut China Selatan.

Ini adalah perjalanan kedua Mattis ke Vietnam tahun ini setelah Januari lalu.

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in International

error: Content is protected !!