Connect with us

Kolom

Buat Kamu yang Ngaku Muslim tapi Suka Memplesetkan Kata Takbir… BACA!!!

memplesetkan kata TAKBIR

Sebut saja namanya Jiancuk, seorang muslim yang merasa terpelajar. Jiancuk suka bermain dengan kalimat sindiran, demi membela idolanya. Dan sering kelewat batas. Ia dengan enteng memplesetkan kata TAKBIR menjadi TAKE BEER.

Semuanya berawal dari gonjang ganjing perpolitikan di Indonesia. Jiancuk yang terlalu bingung, akhirnya menjatuhkan pilihan ke salah seorang capres.

Atmosfer di media sosial terlalu panas buat Jiancuk. Ia terpancing dengan provokasi pihak lawan yang berseliweran di beranda medsos. Jiancuk pun mulai melakukan pembelaan dan perlawanan demi sang idola.

Sayangnya, Jiancuk masuk terlalu dalam ke jurang pertikaian opini. Hingga puncaknya, ia merasa sensitif dengan kata “TAKBIR” yang selalu digaungkan pihak lawan saat berorasi atau menggelar aksi. Dengan sadar dan tanpa paksaan, Jiancuk memplesetkan kata “TAKBIR” menjadi “TAKEBEER”.

Sebagai seorang muslim yang (merasa) terpelajar, Jiancuk pasti paham makna TAKBIR dan TAKEBEER. Makna yang sangat jauh berbeda.

Takbir adalah kata awal di seruan adzan. Juga di awal shalat, amalan wajib dalam Islam. Hingga jika shalatnya buruk, buruk semua amalannya. Jika shalatnya bagus, bagus lah semua amalannya.

Bisa jadi, Jiancuk salah menafsirkan tulisan Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School.

Dikutip dari sebuah situs NU.or.id, Nadirsyah Hosen pernah menuliskan keresahannya terhadap pemakaian kata TAKBIR.

Allahu Akbar sekarang menjadi guyonan. Takbir sering diplesetkan jadi take beer. Ucapan Takbir sering dianggap sebagai ciri Islam garis keras, yang sedikit-sedikit teriak Takbir disela orasinya. Bahkan di masyarakat Barat istilah Takbir dikenal akibat para teroris meneriakkannya sebelum menjalankan aksi terornya.

Takbir sekarang lebih ditujukan kepada mereka yang kita anggap sebagai musuh Allah ketimbang kita tujukan untuk muhasabah diri kita sendiri. Alih-alih membesarkan Allah, saat ini ucapan Takbir justru dipakai untuk menakbirkan diri kita sendiri. Na’udzubillah.

Namun mungkin Jiancuk salah mencerna tulisan Nadirsyah Hosen. Dan malah membuat rumusan yang melenceng, dengan ikut-ikutan memplesetkan kata TAKBIR.

Padahal di akhir tulisan, Nadirsyah Hosen mengajak semua pihak untuk intropeksi diri. Bukan malah ikut-ikutan memplesetkannya.

Mari kita kembalikan makna Takbir ke makna yang hakiki, agar ucapan Takbir tidak dianggap simbol kekerasan umat dan menjadi guyonan belaka. Ucapan Takbir harus diletakkan secara proporsional agar kita dan semuanya sama-sama mengerti makna yang sebenarnya.

Celakanya, kelakuan Jiancuk terebut mendapat sambutan hangat dari teman-teman se’iman’ dan se-idola.

Jiancuk makin terjerumus. Niat ingin membela sang idola, berganti jadi ingin mencari perhatian dengan cara ekstrem. Atau dikenal dengan Histrionik, yang juga sebuah gangguan kepribadian.

Mungkin tulisan ini terlalu tendensius, namun hanya ini yang bisa kulakukan demi membungkam Jiancuk-Jiancuk di luar sana.

Mungkin tulisan ini juga tidak bisa membungkam para Jiancuk, namun hanya ini yang bisa kulakukan untuk menunjukkan kejijikan pada prilaku Jiancuk yang memplesetkan kata TAKBIR.

Seorang muslim yang memplesetkan Takbir menjadi Take Beer atau Tuak Bir atau sejenisnya, pada akhirnya hanya jadi latihan untuk menghancurkan diri sendiri. Karena sudah merusak dan menghancurkan aura sakral dari sebuah kalimat suci untuk dirinya sendiri. Itu dengan catatan masih mempercaya agama sebagai instrument penting menjalani hidup.

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66]

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Kolom

error: Content is protected !!