Connect with us

Iptek

Bukalapak Dibobol Hacker, 13 Juta Akun Dijual di Dream Market

The Hacker News melansir kabar mengejutkan, Bukalapak dibobol hacker asal Pakistan yang dikenal dengan Gnosticplayer. Ia mengaku meretas delapan situs web dunia termasuk Unicorm asal Indonesia Bukalapak, dan Youthmanual.

Gnosticplayers mengumumkan, ada 26.43 juta akun dari delapan web popular uang dijual bebas di Dream Market, situs dark web. Diantara puluhan juta tersebut, ada 13 juta akun Bukalapak dan 1.12 juta akun Youthmanual.

Peretas menjual data base situs tersebut secara terpisah dengan total nilai 1.24312 bitcoin atau sekitar US$5.000 atau Rp 70.5 juta. Adapun enam akun lain yang juga dibajak secara bersamaan adalah GameSalad dengan 1.5 juta akun, EstanteVirtual dengan 5.45 juta akun, Lifebar 3.86 juta akun dan Coubic sebanyak 1.5 juta akun.

Menurut analisa salah seorang hacker asal Medan, belum tentu Gnosticplayers berasal dari Pakistan. Karena seorang hacker selalu menutupi jatidirinya.

“Belum tentu dia dari Pakistan. Mungkin ia hanya menggunakan alamat ip Pakistan. Karena seorang hacker, selalu menutupi jatidiri. Kecuali hacker bau kencur yang ingin dikenal,” ujar Blacky (nama samaran).

Blacky juga menemukan keganjilan. Hacker yang membobol Bukalapak tersebut terdeteksi sudah menanamkan malware sejak 2017.

“Sebenarnya Bukalapak dibobol hacker itu sejak 2017. Ia menanamkan malware. Sangat disayangkan, tim IT Bukalapak tidak bekerja maksimal,” sambung petinggi di perusahaan IT ternama ini.

Mengenai database yang sempat dicuri, Blacky menyarankan agar pelanggan Bukalapak membuat akun baru.

Sementata itu, pihak Bukalapak mengakui bahwa ada upaya untuk peretasan, tapi itu terjadi beberapa tahun lalu. Namun tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan.

“Kami selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak, demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan. Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,” ujar Intan Wibisono Head of Corporate Communications.

Intan pun menghimbau para pengguna Bukalapak untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. Disarankan mengganti password secara berkala serta mengaktifkan Two-Factor Authentication (TFA).

“Fitur FTA diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali. Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak,” kata Intan.

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Iptek

error: Content is protected !!