Connect with us

Kuliner

Es Dawet Jembut Kecabut, Dawet Hitam yang Bikin Segar

Es Dawet Jembut Kecabut

Namanya Es Dawet Jembut Kecabut. Bukan karangan awak ni bang. Memang kekgitu namanya. Untungnya nggak ada di Medan. Bisa kena demo emak-emak lah. Ini minuman khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Es Dawet Jembut Kecabut, terdengar sedikit ‘saru’ atau ‘jorok’.  Tapi ternyata, nama itu hanya singkatan. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya tercabut dari akarnya.

Dinamai Es Dawet Jembut Kecabut karena lokasinya berada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh dan disingkat Jembut Kecabut. Unik, nyentrik dan nikmatnya bakal menarik siapa saja untuk menikmati dawet hitam yang sangat legendaris ini.

Banyak orang luar kota yang datang jauh-jauh hanya untuk menikmati Jembut Kecabut. Dawet hitam khas Purworejo tersebut pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada sekitar tahun 1950 an.

Dirintis oleh mbah Ahmad yang membuat minuman unik tersebut hanya untuk dikonsumsi para petani ketika musim panen. Ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya itu.

“Awalnya kakek saya yang jualan, sekarang sudah meninggal. Dulu hanya untuk para petani pas musim panen. Keliling ke sana sini dan sekarang minuman itu diwariskan ke kami,” ujar cucu dari mbah Ahmad, Wagiman (37). Seperti dikutip dari detikcom.

Baca : Kominfo Siapkan 1000 Beasiswa untuk Tenaga IT, Ini Syaratnya… 

Setelah mbah Ahmad meninggal, minuman tersebut kemudian dilestarikan oleh anaknya yakni Nawon hingga akhirnya sampai dengan generasi ke tiga yakni Wagiman. Usaha dawet hitam atau dawet ireng yang dilanjutkan oleh Wagiman dan istrinya Hartati (32) ini pun bertambah ramai dan populer.

Kini dawet hitam yang sudah jadi minuman khas Purworejo ini setiap hari dijajakan di tepi jalan Purworejo – Kebumen, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, tepatnya di sebelah timur jembatan Butuh.

Proses pembuatan dawet atau cendol hitam khas Purworejo ini dilakukan manual dengan tangan dan tidak menggunakan bahan pewarna buatan. Awalnya, tepung pati gelang direbus sambil diaduk sehingga menjadi adonan kental dan siap dicetak menjadi dawet.

Warna hitam pada dawet diambil dari pewarna alami yakni jerami padi yang dibakar lalu abunya dihaluskan dan disaring. “Dawetnya berwarna hitam itu karena diberi oman atau jerami padi yang dibakar, bukan pewarna buatan. Kemudian racikannya dawet diberi santan, pemanis dari gula kelapa dan es,” imbuh Wagiman.

Harga satu mangkok es Dawet Jembut Kejabut hanya Rp. 4000,’. Jika ingin semakin segar dan nikmat, kita bisa menambah Rp. 1000 dengan tambahan tape ketan. Setiap hari, ratusan porsi dawet selalu ludes diserbu pembeli, baik pelajar, pegawai kantoran, pejabat hingga artis ibu kota.

Salah satu pelanggan setia, Totok Suharto (50) asal Pondok Cabe, Tangerang Selatan mengaku ketagihan dengan es dawet yang satu ini. Setiap kali melintasi jalur selatan Purworejo, ia selalu mampir dan menikmati kuliner khas tersebut.  (bbc/dtc)

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Kuliner