Connect with us

Kolom

Keadaan Kota Medan di usia 430 Tahun… Tau sama Tau Ajalah…

Kota Medan di Usia 430 Tahun

Meski masih diperdebatkan, Kota Medan di 1 Juli 2020 sudah berusia 430 tahun. Usia yang sebenarnya sudah sangat tua. Tapi terus terang, keadaannya masih belum terlalu apa kali.

Biasanya kota yang sudah berumur ratusan tahun, punya landmark bangunan tua yang dibanggakan. Nah, kalau di Medan, bangunan tua bersejarah banyak yang dibiarkan tak terurus. Ada juga yang dijual ke swasta. Mungkin dah banyak kali kerja bapak-bapak di atas sana. Kita sebagai warga, tau sama tau ajalah.

Dan masalah yang ada di Kota Medan pun tak pernah berubah. Meski tiap kali ulang tahun, banyak yang mendoakan supaya masalah kota ini teratasi. Mungkin karena dah banyak kali masalahnya, jadi bingung mau mulai dari mana.

Pas pulak kemarin dapat kado dari BNN. Provinsi Sumut jadi juara satu peredaran narkoba se-Indonesia. Medan sebagai ibukota Sumut pun turut terbawa-bawa.

Memang apa kali lah narkoba di Kota Medan ini. Udah banyak diapakan pun masih tetap apa juga.

Narkoba ini lah yang merusak anak Muda di Medan. Wajah-wajah pemuda kreatif dan inovatif, digantikan wajah suram bermata melotot yang terus mengincar mangsa.

Cak kelen tes lewat di gang-gang di Kota Medan. Amati wajah pemuda yang biasanya nongkrong di gang tersebut. Matanya liar siap menerkam. Kekgitu pengalamanku.

Gak tau jugak sih. Apa karena mukaku mirip begal atau penculik anak-anak?

Tak habis-habis kalau bicara narkoba ini. Jangankan dibicarakan, ditangkapi bandarnya tiap hari pun masih tetap ada barang tu. Tau sama tau ajalah kita.

Kemudian masalah banjir. Ini berkaitan dengan buang sampah sembarangan dan tidak adanya drainase.

Pernah suatu hari, ada kawan bercerita.

“Medan ini banjir karena warganya suka buang sampah sembarangan. Nanti klo udah banjir, selalu pemerintah yang disalahkan,” kata si kawan yang kebetulan seorang PNS.

Memang betul yang dia bilang. Hingga suatu saat, aku nampak dia dengan wajah tak bersalah, sedang membuang sampah di Sungai Deli.

Mau kumaki dengan kata Kimak. Tapi aku takut berdosa.

Cem pepatah bijak, gak usah anggar sekolah tinggi, klo buang sampah pun masih sembarangan. (Meski aku tak yakin, orang bijak mana yang buat pepatah seperti itu).

Selain di sungai atau pun parit, warga Medan banyak juga yang buang sampah di pinggir jalan. Pokoknya ada lokasi jalan yang agak sepi, disitu jadi tempat sampah. Tau sama tau ajalah kita.

Selanjutnya premanisme. Ngeri-ngeri sedap aku nulis yang ini. Banyak kali preman di Medan cuy. Mulai dari yang gak pake seragam, hingga yang berdasi. Mulai dari pungli di jalan, sampai preman proyek miliaran.

Tapi yang lebih tenar ya preman yang suka pungli itu. Karena rekaman tingkah laku mereka sering viral di medsos. Sedangkan preman proyek, main cantik lah. Kalau pun terekpose di medsos, medsos pun disuap supaya nutupinya. Itulah sangkin banyak duit mereka. Udah lah bahas premannya. Selebihnya, tau sama tau ajalah.

Untungnya warga Medan udah kebal dengan itu semua. Narkoba, banjir dan premanisme dah jadi makanan sehari-hari. Tak terhitung berapa biaya dan tenaga untuk menyelesaikan masalah itu. Tapi akhirnya gitu-gitu juga.

Dan karena itu, warga Medan semua tau sama tau ajalah…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Kolom