Connect with us

Kolom

KLH: Medan Kota Besar Paling Kotor

Bah. Kok bisa? Medan kan kota metropolitan. Yang APBD-nya bueeesssar. Rp 6,11 triliun. Lebih besar dari APBD Palembang. Yang ‘cuma’ Rp 4,3 triliun. Yang diganjar sebagai kota metropolitan paling bersih. Yang lebih maju. Dan yang sukses mengharumkan nama Indonesia itu. Melalui ajang SEA Games dan Asian Games.

Begitulah kenyataannya. Oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Medan ditetapkan sebagai kota metropolitan yang paling kotor di Indonesia. Telak.

Jangankan kita yang cuma rakyat biasa. Pak gubernur aja bingung. Kecewa kali dia. Bahkan saking dipikirkannya, pak Edy bilang nggak bisa tidur selama tiga hari akibat ‘penghargaan’ itu.

Menurut anda. Siapa kira-kira yang paling gampang ditunjuk hidungnya? Yang dianggap sebagai pihak paling bertanggung jawab atas gelar ‘bergengsi’ ini?

Mengingat. Cuma Medan kota di bagian barat Indonesia yang mendapat predikat paling kotor. Delapan kota kotor lain yang berkategori kota sedang dan kota kecil, ada di wilayah timur Indonesia.

Nah, biar nggak saling tunjuk-tunjukan. Kita buat simulasi ya. Apa kira-kira jawaban dari pihak yang berkepentingan. Jika diberikan pertanyaan: “Malukah anda dengan predikat Medan sebagai kota yang paling kotor?”

Kalau itu yang ditanyakan. Bisa jadi jawabannya ini.

Kata Kepala Lingkungan:

“Cemmana lah. Kadang warganya pun nggak sadar. Buang sampah di sunge. Bukan sikit. Pakek goni bungkosnya. Dibawak pakek mobil pick up. Banyak yang udah ngadu sama kami. Tapi cemmanalah. Udah gitu, paret pun dijadikan tempat sampah. Apa nggak hajab kalok pas musim hujan.”

Lagian, kami bukannya nggak berbuat. Tapi memang dasarnya angkutan pengangkut sampah yang kami punya kurang. Ya ginilah.

Mungkin banyak yang nggak tahu. Setiap warga Medan menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Jadi kalau dikalikan dengan jumlah penduduk yang 2,9 juta, maka sampah yang dihasilkan warga setiap harinya sekitar 2.000 ton.

Udah gitu, wilayah Kota Medan ini kan luas. Ada 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan. Angkutan untuk mengangkut sampah hanya berjumlah 273 unit.

Kata warga:

“Pantes aja lah bang kalok dapat predikat itu. Cemmana lah. Entah happpa-happa aja kerja orang itu. Nggak abang tengok ini. Sampah udah dua minggu nggak dikutip-kutip. Numpok beselemak di sini. Mana bauk kali.”

“Nggak sehat jadinya lingkungan kami gara-gara ini. Kalok suruh ngutip sampah aja lambat kali. Tapi kalok suruh ngutip duit sampah, hadddohhh….cepat kali. Nggak pernah lupa dia tanggalnya.

Tros abang bilangin jugak lah itu sama tetangga yang laen. Jangan menyampah aja kerja orang itu. Pantang ada nampak sampah sikit. Langsung dibuang sampahnya ke situ. Padahal udah ada tulisan di situ. “Yang buang sampah disini, Binatang.”

Eh, besoknya nyari akal dia. Disuruhnya binatang piaraannya itu buang sampah di situ. Apa nggak gilak itu bang.

Kata pengamat:

Ada mismanajemen di sini. Pengelolaan dan pengaturan tempat pembuangan sampah amburadul. Pemerintah kota juga tidak tegas. Harusnya disiapkan peraturan daerah. Yang memberikan sanksi yang keras kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Bangun juga infrastrktur yang mendukung. Perbanyak tempat sampah pada area publik. Buat tampilan tempat sampahnya menarik.

Tanamkan juga pendidikan dan penanaman sadar bersih pada anak usia dini. Sehingga mereka terbiasa hidup disiplin. Dan menjaga kebersihan dan keindahan kotanya.

Cara seperti itu yang membuat negara seperti Jepang dan Singapura maju.

Kata Netizen:

Cocok kali itu. Jadi terkenal kota aku. Cuma masalahnya, terkenal karena hal buruk. Bukan hal yang baik.

Kalau mau berbenah. Rapikan dulu otak pejabatnya. Jangan cuma jadi etalase aja. Pajangan. Jual tampang. Miskin ide, nggak tau kerja.

Cobak kalian pikir. Ada sampah numpok di pinggir jalan besar. Dibiarin berminggu-minggu. Kata pemko, itu sampah warga Deliserdang. Kata pemkab, itu sampah warga Medan. Kan, cemmana cara berpikirnya.

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Kolom

error: Content is protected !!