Connect with us

Misteri

MISTERI PASAR SETAN

Pagi itu adalah hari dimana aku benar-benar merasa hidup. Kuraih ransel campingku. Ku mulai packing sleeping bag, selimut tambahan, baju, celana dan beberapa perlengkapan makan. Tak lupa pula mie instan, makanan ‘ajaib’ sebagai penyelamat perut semua para pendaki kala kelaparan.

Proposal untuk mendaki gunung Lawu sudah di setujui mama dan papaku. Aku bersorak gembira. Walau mamaku dengan wajah cemasnya berkali-kali memohon ke papa untuk tidak mengizinkan pergi. Namun papa sudah berjanji, jika aku lulus universitas negeri terbaik, maka apapun permintaanku akan dikabulkan.

Its time to travelling…

Kulambaikan tangan ke orangtuaku. Meletakkan semua perlengkapan di bagasi. Suasana sangat riuh di mobil. Semua tertawa gembira. Ini holiday yang paling kami tunggu-tunggu.

Bagi kaum wanita bisa tracking sampai ke puncak adalah hal yang membanggakan. Sudah kami khayalkan dan kami cita-citakan akan mengibarkan sangsaka Merah Putih sesampainya di puncak gunung Lawu nanti.

Kubuka kaca mobil. Pemandangan perkebunan warga di kanan dan kiri membuat sejuk mata. Menguraikan kepenatan otak yang selama ini dipaksa melewati batasnya. Menghirup oksigen yang bersih, memejamkan mata dan membiarkan angin membelai lembut wajah dan rambutku.

Ada beberapa group pendaki dari berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Padang hingga Medan. Namun jumlah mereka genap. Sedangkan hanya group kami yang Ganjil, tanpa kehadiran Anin.

Kami mengeluarkan KTP dan mengisi formulir. Segala prosedur pendakian kami ikuti agar tidak menjadi pendaki illegal. Petugas memberi kami arahan dan mewanti-wanti agar kami berhati-hati. Karena yang akan kami hadapi adalah hutan belantara. Alam bisa sangat baik dengan kita namun juga bisa sangat kejam. Yang paling penting jangan merusak dan bawa turun kembali sampahmu.

Galih berbisik padaku di tengah briefing siang itu.

“Gawatt ini lan….!” katanya.

Keningku berkerut. Belum paham maksud Galih,”Gawat apaan ??”, “coba kamu hitung deh…kita ganjil,Cuma ber lima ,Aku,Kamu,Danu,Tita,Beno”, “lahh kalau ganjil emang kenapa?”makin membuat aku bingung.”Konon katanya kalau mendaki gunung jumlah ganjil itu pamali,nanti akan ada yang ngikut,biar genap…hiiiii”,Galih sambil menggosok-gosok bulu kuduk lengannya yang berdiri.”ehhh seriuss kamu gal?” “iyahhh seriusannnn”.

Brefing pun selesai,masing-masing pendaki mengangkat carrier nya, Group dari Jakarta lebih dahulu berangkat,ada juga group yang masih berfoto-foto di tugu tulisan SELAMAT DATANG PENDAKI.Sedangkan kami memutuskan untuk berbincang dengan petugas dan menanyakan hal-hal penting untuk keselamatan kami di atas.”Tita ,,,,temenin ke toilet yukkk….aku tiba-tiba berasa kaya dapat haid”.”yukkk …aku juga pengen pipis”,kata Tita.

“heiiii cewek-cewek mana nihh…cepetan kita mau naik,keburu Magrib kita belum nyampe ke POS 3 untuk buka tenda”,kami pun tergopoh-gopoh berlari dari toilet.”waduhh Ta…gawat,aku mens”,lalu Tita memukul jidatnya.”Ati-ati aja elu di atas lihat penampakan “,celetuk tita jahil.

Ini adalah pendakian pertama ku,namun ini adalah pendakian yang berulang kali bagi teman-temanku,karna itu mereka menyuruhku berjalan di barisan nomor 2,sedangkan Danu paling depan.Pepohonan besar menjulang tinggi di kanan dan kiri ku,Aku sangat bersemangat,aku masih punya cukup banyak tenaga untuk terus masuk kedalam hutan,sinar matahari masih memberi cahaya terangnya dari sela-sela dedaunan yang masih belum terlalu rimbun,Masih bisa ku lihat di kanan dan kiriku jamur hutan di kayu lapuk dan bunga-bunga indah,ingin saja rasanya aku memetiknya,namun ingat kembali pesan dari teman-teman dan petugas,jangan mengambil apapun dari dalam hutan.

Sesekali kami berhenti untuk berfoto dan terus mendaki jalanan menanjak yang sedikit berbatu,Kami masih bisa melihat samar rombongan lain di depan kami,yang juga berjalan penuh semangat.Namun tiba-tiba gerimis turun,waduhhh…kami mulai kalang kabut,karena tidak ada persiapan mengingat cuaca sangat cerah,Namun dengan sigap.Galih,Danu dan Beno mengeluarkan jas hujan dari dalam tas kami,yang memang di letakkan paling atas,baru lah mereka mengenakan jas hujan mereka.Kami melajutkan perjalanan di tengah gerimis,namun hujan semakin lebat,dan jalanan yang tadinya berbatu mulai terasa sangat licin ,kabut tebal juga menyelimuti jarak pandang kami yang hanya 1 meter,kami tidak mungkin melanjutkan perjalanan,dan kami memutuskan untuk berteduh sesaat.

Hujan pun akhirnya reda,kami pun melanjutkan perjalanan di jalanan yang licin dan becek,kami sadar sudah sangat tertinggal dengan rombongan di depan,kemungkinan kami sampai di pos 3 ketika gelap,dan baru akan membuka tenda sesampainya disana,terlihat samar-samar dari kejauhan POS 2,ada seorang kakek yang terlihat baru berteduh disana,si kakek hanya mengenakan celana panjang hitam yang terikat tali kolor di pinggangnya,dengan telanjang dada di tubuh nya yang kering dan rapuh,sambil mengigil si kakek menghirup rokok di tangannya,sebelah kakinya berpijak pada tumpukan kayu bakar yang terikat rapih.Beno mengucapkan salam permisi pada si kakek,kemudian si kakek hanya mengangguk tanpa senyuman dengan tatapannya yang dingin dan hampa.

Cuaca masih terlihat mendung,sinyal handphone benar-benar sudah tidak ada di ketinggian ini,aku melihat ke jam tangan,duhh…sudah pukul 5 sore,dan pos 3 masih sangat jauh.kami terus melaju sampai tiba-tiba Danu menghentikan langkah.”woyyyy kalian ada mencium bau sesuatu?,jika kalian juga menciumnya tetap jalan tenang,jangan kita bahas disini,nanti saja kita bahas jika sudah sampai pos 3 oke,tetap berdoa jangan ada yang fikirannya kosong”,duhhhh jantungku seketika berdegup kencang karna aku melihat sosok kakek-kakek lagi duduk di bebatuan sambil bercengkrama dengan teman seusianya,sesekali sambil memandangi kami,Tita yang tadinya berjalan di belakangku ,kini merangkul lenganku dan memilih jalan berbarengan di sampingku.

Entah mengapa mataku nanar melihat sekeliling,kanan dan kiri,ada bayangan-bayangan putih dari satu pohon ke pohon lain,seperti main petak umpet.Beno yang berjalan di belakangku,melihat keanehanku,langsung menepuk pundakku dan mengatakan terus jalan jangan di hiraukan,Tita terlihat menyeka airmatanya,dia menangis namun tidak bersuara,tubuhnya menggigil ketakutan,sepertinya dia telah melihat sesuatu,dan dia bertahan untuk tidak bercerita.kami mempercepat langkah kaki kami,antara lelah,penat dan panik semua jadi satu saat itu.Galih bersuara “apapun yang terjadi tetap melangkah kedepan,jangan ada satu pun yang menoleh ke belakang”.Tuhan …..apalagi ini fikirku,bulu kudukku makin merinding apalagi tercium aroma bunga melati,terkadang aroma masakan seperti singkong rebus,serabi dan serundeng.(sangat tidak mungkin ada orang yang memasak di hutan belantara ini).Namun keinginanku untuk menoleh ke belakang teramat kuat….ada apa gerangan?apa yang terjadi dengan rombongan kami?apakah yang kami temui dari tadi itu emang manusia atau penampakan memedi?

Aku tiba-tiba merasa menabrak udara yang hangat,padahal suasana saat itu mendung dan berkabut,badanku limbung dan terasa sangat ringan,aku mendongakkan kepalaku ke angkasa agar aku bisa bernafas lega,sesaat tadi aku merasa sangat sesak,aku melihat pohon-pohon itu berputar,ku coba memejamkan mataku,karena seperti ada zat yang ingin ku muntahkan dari dalam tubuhku,aku merasa ada yang memegang kedua tanganku sangat kencang,pergelangan tanganku sampai sakit,dan tiba-tiba gelap……..gelap….gelap…….,aku tak sadarkan diri.

Wulan….lan….lan…!!suara yang sangat aku hapal samar-samar terdengar jauh,ada aroma pedas dan menyengat terasa di hidungku,minyak angin sepertinya,dan aku tersontak……..aaaaarrrrgggghhh HUUUUEEEEEEKKKKKKK (aku muntahhhhh…!!!!!),kerongkonganku terasa terbakar,mataku panas dan mengeluarkan air mata,aku menangis seseunggukan,Aku sangat kelelahan ,seakan aku baru lari marathon 30 km,nafasku terengah-enggah,Aku melihat semua teman-teman rombonganku mengelilingi aku,memegang kedua tanganku,mengelap keringatku,bahkan ada yang menekan jari jempol kakiku.

AOOOUCHHHH SAKITTTT….!!!aku menendang Galih yang menekan jempol kakiku dengan sangat kencang.”Allhamdulilah elu udah sadar Lan…”,Begitu galih berucap ,padahal aku menendangnya dengan sekuat tenaga,sambil bangkit dari tempatnya setelah terjungkal karna tendanganku,dan mengibas-ngibas kotoran dari bajunya,Galih memegang kepala ku.”Aku kenapa?aku kenapa?…”,begitu aku berucap.

“Ayo pakai sepatu kamu segera,kita tidak boleh berlama-lama di area ini,nanti akan kami ceritakan sesampainya di POS selanjutnya dan kita akan summit disana.kita belum selesai melewati PASAR SETAN ini” begitu kata-kata Galih ,dan membuat tubuhku yang masih lunglai semakin lemas dan di papah oleh Tita dan Beno.

PASAR SETAN atau sering di sebut pasar bubrah menyimpan sebuah Misteri tersendiri bagi para pendaki,Pendakian kali ini kami lakukan jalur Candi Cetho.dan memang banyak sekali para pendaki kerap melihat penampakan,jalur ini sangat favorit bagi para pendaki,karena kita bisa menikmati sensasi turunnya kabut tebal secara perlahan ,meskipun begitu jalur ini juga menjadi jalur yang paling ditakuti oleh para pendaki,karna angker,medannya cukup terjal dan jurang yang cukup dalam,ditambah lagi,jalur ini dipercaya sebagai jalur perlintasan ke alam gaib.

Banyak pendaki yang di hadapkan pada hal-hal aneh,ketika melewati jalur ini.Terlebih ketika melewati sebuah lokasi yang disebut sebagai pasar setan,lokasi tersebut berupa sebuah lahan di lereng gunung lawu,yang penuh dengan ilalang dan angin yang berhembus kencang,konon,ketika melewati lokasi tersebut para pendaki seperti mendengar suara bisinglayaknya sebuah pasar,ada suara yang seolah menawari untuk belanja,dan jika pendaki mendengar suara tersebut ,mereka harus membuang apa saja di lokasi pasar setan layaknya seperti melakukan jual beli dipasar,bisa saja uang ,atau barang ,begitulah info dari mbah google yang sempat aku baca sehari sebelum keberangkatan.

Kami berjalan cukup jauh,dan hari sudah sangat gelap,senter kami juga sudah terpasang sebagai penerang jalan,sayup-sayup di kejauhan kami sudah melihat tenda-tenda dan api unggun dari rombongan yang terlebih dahulu sampai,namun untuk sampai kesana kami harus melalui jalur yang sangat terjal,kami berjalan sangat berhati-hati sekali,jalur ini cukup licin karna terguyur air hujan tadi.

“wulan….aku pengen pipis”,tita berbisik pada ku,”Aku juga Tita….”,ayo kita ke balik pepohonan sana.Lalu kami izin ke rombongan dengan di temani Beno,aku dan Tita..berjalan berhati-hati,tita yang sudah sangat tidak tahan..berjalan tergesa-gesa dan lebih dahulu meninggalkanku ke balik pohon.Beno tidak mungkin menemani kami sampai ke dalam semak-semak pohon,maka aku pun berjalan ke jalur yang berbeda,namun belum sempat aku membuka celana ketika berada di balik pohon,aku melihat ada sebuah tenda besar terpasang,di sebuah area lapang dan lebar,tenda nya berbeda,tidak seperti tenda pendaki,lebih seperti tenda sebuah camp penampungan pengungsi dengan di terangi sebuah obor dengan suasana remang-remang,hal ini membuat ku penasaran ingin mendekati.

“AAAAAAARRGGGGGGGGG …………AAAAHHHHH”,Aku menginjak sebuah semak belukar dan terguling,aku terprosok,dan sepertinya sangat dalam.kakiku mungkin patah karna tidak bisa ku gerakkan,aku coba memanggil nama teman-temanku namun tidak ada satu pun yang menyahut,padahal jarak mereka sangat dekat dari balik pohon tempat ku tadi berdiri,aku menangis,seluruh tubuh dan bajuku penuh lumpur,bahkan rambut dikepalaku juga,aku memegang kepalaku yang tiba-tiba terasa perih,seperti ada air yang mengalir dari kepalaku,senter itu masih ku genggam,aku melihat tanganku yang tadi menekan kepalaku yang terasa sakit,”aaarrhh ini darahhhhhhh….kepala ku berdarahhh,dan bajuku juga sudah di penuhi darah…!!!!!”.aku terkulai lemas di antara semak belukar,aku coba duduk dan memanggil nama-nama temanku……”Tita……hiks…hiks…Beno….Galih……Danu…”,ku sadari suaraku makin lirih dan melemah ,memanggil nama mereka dan terisak dalam tangisan malam.

BERSAMBUNG….!!!!

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Misteri

error: Content is protected !!