Connect with us

Misteri

PASAR SETAN PART 2

“wulannnnn……..wulannnnnnn…..wulannnn…..elo dimana…..?jangan bercanda deh ….,ayo…kita harus segera buka tenda,ini sudah semakin malam,Tita mulai dicekam kepanikan,dan berlari menghampiri Beno yang sedari tadi berdiri sambil menghisap sebatang rokok,untuk menghalau udara dingin yang sangat menusuk tulang walau jaket tebal dua lapis,sudah membalut tubuh cekingnya.”Ben…BENO……WULAN HILANG!!!!….Tita mengguncang-guncang tubuh Beno,”BEEEEEENNNNNOOOO…..ELO DENGAR GAK GUE NGOMONG!!!PLAKKKKK…..satu tamparan keras tepat mendarat dengan sukses di pipi Beno,yang sedari tadi,tampak hanya bengong dengan tatapan kosong.

Sambil mengusap-usap pipinya dan meringis kesakitan Beno terbelalak dan seakan tersadar dari lamunannya,”Apaan sihhh …main tampar aja kau nih,,,,,Baru juga aku mengkhayal kita berdua Nikahan gitu”,”EEHHHH….Gue gak lagi bercanda yahh Beno,seriusss ini Wulan gak ada,gue udah cari disana,di sebelah pohon waktu pipis tadi,dia udah ada lewat kesini belom?”Tita berkata.Beno pun mulai gugup karena dia yang di tugaskan menjaga mereka berdua “Seeeeeriuussan….?ayooo kita balik ke rombongan,mungkin dia lewat jalan lain”.

“Guyss……guys….wulan udah ada balik kesini belum??itu anak ngilang?”Beno makin panic karena tidak melihat wujud wulan berada diantara rombongan.Tita mulai terisak-isak”Wulannnnn…dimana sihh elo,elo gak dimakan harimau kan?elo gak di culik bunian kan?”…….”HEEEEYYYYY…TITA…KAMU NGOMONG APA SIH!!”Galih menghardik Tita,Beno lalu dengan emosi mendorong dada Galih dan membuat galih berdiri sempoyongan.”Kau gak usah ngegass cewek ku Gal…,wajar dia panik’,Galih membalas mendorong dada Beno dengan kedua tangannya,sehingga Beno jatuh terduduk ,dan segera berdiri untuk membalas,perkelahian hampir terjadi,kalau saja Danu tidak segera melerai.”yaaa Elu juga Ben…,di tugasin jaga 2 cewek aja gak becus,gimana sih?”Galih emosi.”Mana mungkin aku melototin dua perempuan lagi pipis!! Haram….Haram..tau kau……itu Haram…..gak mukhrim”.Beno mencoba melakukan pembelaan.

Danu terus mencoba menenangkan Tita,dan kedua temannya yang bertikai,”Ayoooo kita coba cari lagi,ini sudah hampir tengah malam,jika tidak ada juga,kita secepatnya gerak ke post berikutnya,buka tenda,buat pengumuman,agar rombongan lain juga tahu dan kita segera melapor.

Dan….akhirnya Dua Tenda terpasang,malam itu seluruh ketua rombongan berkumpul dan rombongan yang sebelumnya sudah berada di tenda masing-masing di minta keluar dari tenda,untuk mendengarkan instruksi,jika menemukan ciri-ciri seperti Wulan,segera melapor.Tita yang terlihat sangat syok…di minta mereka untuk istirahat di dalam tenda,sedangkan Beno,Galih dan Danu masih di luar tenda,Memegang gelas kopi sambil mengelilingi api unggun dan berharap Wulan tiba-tibaa muncul dari kegelapan malam.

“Gal….kamu kebayang gak,bagaimana kita pulang dan bilang ke mama dan papa nya wulan,kalau anaknya hilang?aku gak sanggup,aku gak punya nyali menghadapi papanya Wulan,Leherku bisa putus,di pelintir,aku tidak bisa tidur malam ini,besok pagi-pagi sekali kita semua turun ke bawah untuk minta pertolongan”,Danu berkata sambil membenahi sarung yang menyelimuti tubuhnya.

Beno menghisap dalam rokoknya kali ini,sudah ada 4 batang rokok di bawah kakinya,jika dalam kondisi stress,Beno tidak bisa berhenti menghisap rokoknya,”Aku ya…woy..mending ketemu kuntilanak atau gondoruwo,daripada harus menghadapi papanya wulan,tapi mau gimana…..ya…harus kita hadapi”.Beno..mematikan rokoknya dengan menginjak apinya ke tanah.

Galih mengusap pundak belakang dan lengannya,”bulu kuduk ku merinding,sebenarnya dari tadi aku pengen bahas keanehan-keanehan yang kita alami sepanjang perjalanan tadi,kalian ngerasa gak sih …kalau jumlah rombongan kita tadi jadi genap,aku sempat melirik kaki rombongan kita dan mencoba menghitung,waktu aku langsung menoleh ke belakang ,aku melihat Wulan berpindah ke belakang,memakai jacket hujan warna kuning dan kepala di tutup topi jacket,namun ketika aku melihat ke depan,ternyata wulan ada di depan,Kalian ingat gak…beberapa saat sebelum wulan kerasukan,aku melihat wulan tiba-tiba berjalan kearah berbeda,waktu aku tanya,dia bilang melihat sebuah area yang sangat indah dengan danau yang jernih dan telah berdiri tenda-tenda pendaki,jelas-jelas kalau tidak cepat kita tarik,selangkah lagi kakinya sudah menuju jurang”,Galih pun menepuk jidatnya.

“husssss…udah jangan kita bahas disini,besok saja saat kita sudah turun,aku malah melihat Pasar setan dengan orang-orang yang kurus kering dengan pakaian tempo dulu”,Danu bicara sambil berbisik.

Suasana tiba-tiba hening,mereka terdiam dan tenggelam dalam fikiran masing-masing,rombongan lain juga sudah berada di dalam tendanya,lelap,sunyi.

Sementara itu di tempat lain,Wulan yang terperosok kedalam jurang yang sangat dalam,masih terjebak di antara belukar,kakinya patah dan kepalanya mengucurkan darah karena terbentur bebatuan jurang berkali-kali.”Tolong….tolong aku………!!!”Wulan sempat tersadar dari pingsannya,namun siapakah yang akan mendengar suaranya,tidak akan ada pendaki yang menurun kejurang,semua malah akan menjauh menuju puncak,”TOLONGGGGGGGGG……Tolonggggggggg eerrkkkkkkkeeerrgg “.suara wulan makin serak dan parau,bagai tercekik.

Wulan tersadar dari pingsannya karena udara dingin yang menusuk tulangnya,darahnya seakan membeku,dia mencoba melengkungkan tubuhnya untuk menghalau udara dingin malam itu,Namun gerakan Wulan malah membuat semak yang menopang tubuhnya ambruk,SSSSRRROKKKKKKK…..!!!AAAAARRRRRRRGGGGGG……..AAAHHHHHHHHHHH,,,,,BAAAMMM PRAAKKK,!!Tubuh wulan terpental makin dalam,dan kali ini terjebak diantara sela-sela batu besar.

Tubuh lemah tak berdaya itu,kini lunglai terhimpit dua buah batu besar di dasar jurang Wulan masih dalam keadaan sadar,namun kali ini tidak mampu bersuara lagi,ada rasa sakit yang secara tiba-tiba tertarik dari kedua ujung kakinya,mengalir sampai ke dengkul,tubuhnya kejang menahankan rasa sakit itu,kini rasa sakit it terus mengalir ke dada,mata Wulan tertutup rapat,nafasnya tersengal,namun sesaat itu pula…bayangan masa kecilnya muncul,kenangan bermain di sebuah taman dengan papa dan mamanya,”wulan….wulan…sini kejar papa,….wulan ayo…sambil mama suapi…..,ayooo anak nakal…jangan lari”,wulan juga ingat kenangan dengan sahabat-sahabatnya,dan sebuah cahaya putih menarik tubuhnya secepat kilat,dan membuat tubuh wulan jatuh ketanah.

Wulan terbangun di kegelapan malam yang dingin,dia merasakan bahwa tubuhnya berasa sangat ringan,bahkan kakinya bisa digunakan untuk berjalan,seharusnya kaki itu patah dan Wulan terluka sangat parah.”Aku harus menemukan teman-temanku,mereka pasti sangat cemas mencari ku,besok pagi kami harus menyelesaikan pendakian ini dan sudah sampai ke puncak”.

Tak jauh wulan berjalan,ada kaki yang menjuntai di depannya,wulan memberanikan diri untuk melihat ke atas,sesosok wanita tinggi besar,panjang tubuh yang tidak sewajarnya manusia,berambut panjang menjuntai sampai betisnya,baju putih panjang membalut sampai mata kakinya,matanya merah dan tatapannya kosong,wajahnya putih pucat dengan senyum menyeringai melihat kearah arah Wulan.

“AAAAAAAARRRGGGG…!!!TIIDAAKKKKKK ini kuntilanak…..,dia mentertawaiku,aku harus berlari….lari………,Tuhan…seperti itukah wujud kuntilanak wanita,baru kali ini aku tahu kalau ternyata kuntilanak itu,tingginya dua kali lipat manusia asli”.Wulan pun berlari tak tentu arah ,sesekali dia mencoba berhenti untuk mengatur nafasnya yang mulai tersengal-sengal,namun dari balik semak-semak,seakan ada yang mengintai,ketika ia berlari,ada juga sosok tubuh kecil yang ikut berlari dari balik semak,cahaya bulan remang-remang masuk dari sela-sela dedaunan hutan,membuat wulan bisa melihat bahwa sosok itu bertelinga panjang ke atas,dengan hidung yang panjang,tubuh seperti kurcaci tua.

“AAAAAHHHH ,,,,,ADA API UNGGUN!!AKU MELIHAT CAHAYANYA,ITU TENDA MEREKA!!!”,Dengan girang Wulan mendekat kearah tenda,keadaan sudah sangat sepi,semua pendaki sudah tidur dan beristirahat.

“Duhhhh….yang mana tenda mereka,apa aku harus membuka tenda ini satu per satu?”

Di dalam tenda Galih dan Beno belum juga dapat memejamkan mata,bayangan wulan dan ketakutan mereka untuk melapor ke orang tua wulan,bahwa wulan hilang belum bisa mereka hadapi.”Ben…oh Ben…sudah tidur?Galih berusaha membuka obrolan kembali.”Belom….gak bisa tidur aku!!kenapa Gal…?kamu dengar suara lolongan anjing itu?”,begitu Beno berkata sambil berusaha duduk bersila,dan sedikit lega karna ternyata Galih juga belum tertidur.

“Iya…Ben,dari berbelas kali camping dan mendaki,baru kali ini aku mendengar suara lolongan anjing,serem banget gak sihh?,dan kamu dengar gak kalau suaranya deket banget dengan tenda kita”.

Mata mereka berdua tiba-tiba terbelalak,tenda mereka bergoyang hebat,pintu tenda seakan mau di buka paksa dari luar,dua pria perkasa itu seketika pucat pasi dan saling memeluk layaknya LGBT,”Gal…?apa itu di luarr??”,”Gak tahu……..baca ayat kursi Gal…ayokkk baca aja”,galih berusaha melakukan sesuatu dengan doa-doa.

Dari luar tenda,,,,terdengar suara memanggil mereka dan sepertinya mereka mengenali dua suara rekannya itu.”Beno…..Galih…BUKAAAAA…BUKAAAAA…buka…..!!”

“Ehhhh Ben….bukan kah itu suara Danu dan Tita……?ayooo kita buka!”.

Seketika itu juga tenda mereka hampir ambruk ,Tita dan Danu masuk menyerbu,Tubuh mereka bergetar hebat dan wajah mereka terlihat ketakutan.

“Wu………wu…..wulan……ada Wulan…..di tenda kita berdua,sedang tidur”.Tita berusaha bicara terbata-bata,sambil sesekali menghapus airmata di pipinya.

“iyahhh…….seluruh tubuhnya penuh darah,dari kepalanya juga mengucur darah,tadinya kami tidak sadar kalau ada seseorang yang tertidur di belakang kami,aku terbangun karna mencium bau anyir darah,aku bangunkan Tita….,ternyata Tita juga tidak tidur karena mendengar suara anjing melolong,kami berdua lalu membaca solawat,dan baru kami sadar mendengar suara perempuan menangis tersedu-sedu ketika kami membaca solawat”.Danu terlihat syokk namun berusaha bercerita dengan tubuh bergetar.

“Lahhhh…gila..kalau tahu itu Wulan,lalu kenapa kalian tinggalkan,bisa jadi dia butuh bantuan kita saat ini,dia terluka kan?ayoookkk kita lihat lagi….”.Beno berusaha beranjak dari duduknya,namun tangan Danu menahannya.”Jangan Ben……please jangan…..!!!Aku tahu itu sudah bukan Wulan lagi,ada bayangan hitam di sampingnya,dan Wulan yang ini tidak bernafas lagi”.

“AAAhhhh omong kosong!!!aku tidak percaya ada hantu bisa ikut camping”.Beno beranjak keluar di ikuti teman-temannya dari belakang,mereka berjalan mengendap-endap,tangan Beno menyibakkan resliting tenda yang sedikit terbuka dengan gemetar,ketiga temannya memegang dan menarik baju beno dari belakang.”Kaaaahkkk……kosong woyyy…!tidak ada siapapun”. Tita dan Danu terperangah….”mana mungkin…..!! sumpah …demi apapun…tadi kami melihat wulan”,Danu dan Tita saling bertatapan dan mengusap bulu kuduk mereka yang berdiri.

“Halusinasi …..kalian berdua…!!”,Galih beranjak kesal.

Dan akhirnya malam itu mereka lalui dengan berjubal dalam satu tenda,duduk berhadap-hadapan dan tidak memejamkan mata sedikit pun.

Pagi pun tiba,Mereka sudah dari subuh bersiap untuk turun,hilangnya Wulan sudah sampai ke petugas keamanan Hutan.Setelah meeting dengan kru mereka segera melakukan pencarian,rombongan kami dibagi tugas,Beno ikut mereka untuk menunjukkan lokasi dimana Wulan hilang,sedangkan Tita,Danu dan Galih harus melapor ke orang tua wulan dan pihak kepolisian di temani oleh salah seorang petugas keamanan hutan.

Orang tua wulan sangat terpukul sekali dengan kejadian ini,Foto Wulan mulai di sebar ke para pendaki,di temple di posko,di sebar ke social media,masuk berita di TV,petugas juga sampai 1 minggu melakukan pencarian belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Wulan,apakah dia dimakan hewan buas,apakah dia di culik ataukah dia Mati terjatuh di dalam jurang .

Teman-teman rombongan hanya bisa terdiam,berusaha meneruskan hidup dan melepaskan rasa bersalah,mereka juga sangat kehilangan wulan dan berusaha mencari wulan dengan berbagai cara.

Sementara di tempat berbeda,Wulan dengan jaket kuningnya bersandar pada sebuah batu besar,ia tersenyum menyeringai melihat segerombolan pendaki melalui jalan setapak yang akan menuruni gunung kembali ke posko.Wulan mengikuti mereka dan berjalan di belakang rombongan,jika sedang usil wulan akan memperlihatkan wujudnya dan menunjuk ke sebuah jurang dengan gerakan lambat,dan kadang membuat para rombongan berlari ketakutan.

Namun jika sedang kangen rumah,Wulan akan pulang kerumah untuk melihat mama papanya dengan menumpang mobil pendaki,Wulan akan tidur di kamar hangatnya,memeluk mama papanya walau tak Terlihat.Namun isak tangis selalu menemani kesepiannya,Karen Tiap kali terbangun ia akan berada pada sebuah Batu cadas yang Menjepit tubuhnya di dalam sebuah jurang yang sangat dalam,dan tidak terjangkau oleh siapapun. Begitu berulang-ulang…..sampai akhirnya Wulan menyadari bahwa dia telah MATI…

Kini Wulan …menanti kalian untuk menemani kesendiriannya dalam hutan yang gelap dan mencekam..!!

“Jangan mendaki jika hanya ingin merasakan sensasi bergesekan dengan mistis,Mendakilah karna kecintaanmu pada SEMESTA “

SELESAI

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Misteri

error: Content is protected !!