Connect with us

Kolom

Roket Rocky

Kota Medan seperti dibius. Ribuan masyarakatnya berkumpul pada suatu tempat. Pada Rabu malam. Setelah mendapat ajakan dari seseorang yang jalan pikirannya terang dan runtut. Melalui akun twitternya.

================================================================

Tiba di pertigaan Setia Budi, lalulintas sudah macet. Kerucut orange liris putih dijajarkan berbaris. Mulut jalan Sei Serayu ditutup. Ribuan orang tumpah di aspal jalan. Banyak aparat yang berjaga di situ.

Saya berhasil menembus ke massa yang telah berkerumun. Di luar pagar. Yang dinding putihnya dipanjati puluhan orang yang tak kebagian tempat. Mata mereka tegun menatap seorang tokoh. Yang bayangannya terus bergerak pada satu layar lebar. Yang saya kira dia ada di depan layar itu.

Beliau adalah Rocky Gerung. Akademisi jenius. Yang namanya kini meroket. Beliau bahkan jauh lebih top dibanding pejabat publik sekalipun. Seperti, menteri perdagangan misalnya.

Yang jadi pertanyaan. Mengapa ribuan orang berhimpit berdesak-desakan. Berkorban waktu dan tenaga demi mendengarkan orasi dari bang Rocky? Saya juga bingung mejawabnya.

Sebab, beliau ini bukan seperti Ustaz Abdul Somad. Yang umatnya jutaan. Yang video youtubenya selalu viral. Atau, bukan seperti bang Rhoma. Raja dangdut. Yang karakternya selalu diparodikan itu.

Teriakan ‘Presiden Akal Sehat’ yang terus menggema, menjawab itu.

Sepertinya, masyarakat rindu karakter seperti bang Rocky. Yang mencerdaskan. Mencerahkan. Yang memiliki alur pikiran tajam dan jernih. Sehingga mampu memberikan pikiran kritis. Yang menjadi solusi benang kusut persoalan bangsa .

Akal sehat  ini pula yang ternyata sesuai dengan santapan otak masyarakat. Quotes-quotes ringan bang Rocky, menjadi patron bagi folowernya. Lalu mere-tweetnya. Dan menjadikannya sebagai nutrisi atau referensi.

Bagi masyarakat yang sama kelamin politiknya, Rocky Gerung adalah idola. Bagi mahasiswa, beliau adalah profesor. Bagi wanita, beliau adalah fakta yang berbahaya. Dan bagi kampret, beliau adalah pembungkam cebong.

Yang jelas. Saya mengkonsumsi pemikiran beliau bukan karena kapasitasnya sebagai politisi. Melainkan akademisi. Yang uraian akal sehatnya mampu menggelorakan semangat. Membuat hawa kota Medan malam itu hangat membara.

Yang untungnya, tidak sampai meledakkan SPBU yang ada di seberangnya. (sap)

loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Kolom

error: Content is protected !!