Connect with us

Historical

Sejarah Banjir di Medan dan Hilangnya Jejak Terowongan Zaman Belanda

Sejarah Banjir di Medan dan Hilangnya Jejak Terowongan Zaman Belanda.

Dulu, sekitar tahun 80-an, masih banyak parit-parit besar di Mabar. Warisan zaman Belanda. Mengingat daerah Mabar merupakan salah satu tempat transmigran asal Jawa, yang dipekerjakan di perkebunan milik Belanda.

Namun pesatnya pembangunan tanpa tata kelola yang baik, ‘membunuh’ saluran-saluran air. Dampaknya dirasakan sekarang ini.

Prof DR Ichwan Azhari, sejarawan kebanggaan Sumut, menuliskan sejarah banjir di Medan. Ternyata, kota Medan yang sejak 100 tahun lalu dibangun dengan pengairan modern. Tapi kini jejaknya hilang.

Berikut tulisan sejarah banjir di Medan, lengkap dengan peta riol warisan Belanda. Diambil dari laman medsos Prof Dr Ichwan Azhari.

Sekurangnya ada 5 buku tentang sejarah banjir di Jakarta, satu level disertasi (Dr.Restu Gunawan, Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa).

Ini memperlihatkan bahwa sejarah banjir sudah masuk ranah ilmu pengetahuan. Medan sendiri saat hujan, makin hari makin banyak areal yang tenggelam.

Tinggal tunggu waktu seluruh kota lumpuh tenggelam jika pengelolaan banjirnya masih tambal sulam dan musiman.

Selama ini Pemko Medan mengatasi masalah banjir tanpa mau belajar dari masa lalu pengeloaan banjir di Medan.

Saat kota Medan didirikan, pindah dari Labuhan Deli ke kawasan sekitar Lapangan Merdeka akhir abad 19, salah satu alasannya adalah masalah banjir.

Sejarah banjir di medan

 

Labuhan Deli tidak bisa dikembangkan sebagai kota moderen karena selalu dan terancam banjir.

Untuk itu Medan didirikan sebagai kota anti banjir dan dipilihlah lokasi yang berdekatan dengan dua alur sungai (Sei Deli dan Sei Babura) yang bisa mengurai banjir dengan cepat.

Para desainer awal kota Medan tidak mau mengulang Batavia yang evolusi kotanya selalu banjir sejak zaman J. Pieter J. Coon 1621.

Sebagai kota baru bergaya 100 persen peradaban kota Eropa maka kota Medan sejak didirikan telah melibatkan ahli ahli pengelolaan banjir dari Belanda.

Sepuluh tahun sejak Medan diresmikan sebagai kota (1 April 1909) Pemko Medan zaman Belanda ini dengan melibatkan berbagai pakar dari Eropa, telah memiliki dokumen pengelolaan banjir yang menakjubkan.

Medan tidak akan seperti Batavia, Medan kota anti banjir 200 tahun ke depan. Jalur jalur riol berbagai ukuran dan diberbagai kedalaman seperti lorong lorong rahasia dibangun di bawah tanah kota Medan.

Dalam dokumen di Belanda itu saya lihat Medan dibagi dalam 4 sektor saluran pembuangan air, dengan berpuluh kilometer riol meliuk liuk panjangnya, di desain sebelum kota lumpuh ditenggelamkan banjir.

Saya lihat riol riol ini dibangun benar benar dengan ilmu pengetahuan moderen lintas disiplin, menggunakan data curah hujan, debit sungai, topografi dan geologi tanah.

Tidak hanya dikeluarkan biaya membangunnya yang besar tapi saya lihat juga disiapkan dana jutaan gulden untuk perawatan dan pengawasan yang serius dalam rangka menjadikan Medan kota anti banjir, Paris Van Sumatra.

Medan bukan dikelola oleh, dan dihuni mereka yang datang dari dan berselera kampungan. Ini kota moderen, dihuni oleh orang orang moderen dari berbagai penjuru dunia.

Baca Juga : Sejarah Tiga Mall Tua di Medan

Banjir merupakan aib besar bagi kota ini, makanyalah mereka tak main main dalam menciptakan kota Medan sebagai kota moderen anti banjir.

Itu dulu.

Hilangnya Jejak Terowongan Rahasia

Sekarang? Sudah sejak beberapa tahun lalu saya mengusulkan Pemerintah Kota Medan dapat kiranya belajar dan melihat kembali jaringan jaringan anti banjir ketika Medan di desain sebagai kota moderen berkelas Eropa.

Apa yang masih bisa dimanfaatkan apa yang bisa dipelajari? (Termasuklah riol MUDP 1980 an ?)

Sejarah banjir di medan

Peta jaringan anti banjir di Medan. Warisan Belanda.

Tapi saya yakin dokumen arsip penting kota ini 100 tahun yang lalu, Pemko Medan tak punya. Jangankan 100 tahun lalu, peta riol raksasa MUDP (Medan Urban Developmen Projek) tahun 1980 an saja di Arsipda Medan tak bisa tunjukkan.

Teringatlah pada 2013 yang lalu ketika Walikota Rahudman Harahap saat banjir melanda memanggil kepala terkait, dan menanyakan mana peta lama riol raksasa MUDP, dijawab, “gak ada, belum pernah lihat, nanti dicari”.

Saya pikir jangan jangan salah satu mulut riol raksasa MUDP itu ada di Sei Deli depan kantor Walikota, dan tak setetes air keluar dari situ saat Medan banjir.

Pada zaman Belanda ada Dewan Kota Medan yang benar berfungsi. Apa yang dilakukannya banyak dimuat dalam media Belanda yang terbit di Medan sebagaimana ditunjukkan sejarahwan Dirk Buiskol.

Dirk pun pernah saya undang beberapa kali ceramah di Unimed tentang tatakelola kota Medan di masa Belanda.

Sewaktu saya mengunjungi dan menginap di rumahnya di Belanda, getaran rasa kecewa Dirk atas pembangunan Medan tanpa perspektif historis itu sangat terasa.

Pak Walikota dan wakilnya pak Nasution Akhyar, dan jajaran pejabat termasuk DPRD nya, bagaimana mungkin anda bisa memanfaatkan data sejarah Medan yang kaya, termasuk strategi mengatasi banjir ini?

Bukankah arsip sejarah kota Medan pun tak dipedulikan, badan Arsipda pun amburadul isinya, kantornya pun hanya semacam gudang belakang stasion Pinang Baris sana?

Padahal Medan bukan kota baru kemarin pagi dibangun. Medan sudah didesain sebagai kota anti banjir sejak zaman kolonial, tapi pengelola kota ini tak punya arsip sejarah banjir kota.

Akhirnya tiap kali Medan dilanda banjir keluh kesah tanpa refleksi pun terjadi. (Ichwan Azhari).

loading...
loading...
1 Comment

1 Comment

  1. mas joko tak u uk

    19/09/2018 at 9:39 pm

    arsip hilang apa dihilangkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement Dedicated Server Indonesia

Kontak Kami

Mau kirim tulisan? Mau usahanya diliput gratis? Dibaca ribuan orang per hari.

Silahkan kirim semuanya ke email BanyakCakapDotCom@gmail.com

Mau kaya raya?

Kerja lah cuyyy!!!!

Ayo Langganan Artikel, Gratis!

Silahkan tuliskan alamat email anda

Recent Posts

Advertisement

Title

More in Historical

error: Content is protected !!